Senin, 17/06/2013 12:19 WIB

Sidang Saksi Ahli Kasus Hercules akan Dilakukan Hari Ini

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Hercules di pengadilan (Hasan/ detikcom)
Jakarta - Manajer Marketing Ruko Rich Place, Sandrawati Rustam akan dimintai keterangan sebagai saksi ahli terkait kasus Hercules di PN Jakarta Barat. Sebelumnya telah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali, namun saksi tidak kunjung datang.

"Sudah dipanggil 3 kali tapi dia tidak datang. Sekarang pemanggilan keempat." Ujar Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Barat, Kemal Tampubolon, SH, MH, di PN Jakbar, Jl S Parman, Senin (17/6/2013).

Kemal menerangkan bahwa pemanggilan saksi ahli ini merupakan permintaan salah satu kuasa hukum terdakwa. Menurutnya pemanggilan ini akan terus dilakukan karena permintaan pihak terdakwa.

"Bisa saja karena Saksi (Sandrawati) yang mungkin dapat meringankan terdakwa atau ada hal lain yang ingin ditanyakan kepada saksi," tambahnya.

Sidang saksi ahli, Sandrawati dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Namun hingga pukul 12.00 belum dilakukan karena baik saksi maupun terdakwa belum datang.

Ratusan aparat kepolisian dikerahkan untuk menjaga persidangan ini. Mereka terdiri dari aparat gabungan dari Polsek, Polres, sampai Polda Metro

"400 orang yang terdiri dari Polsek Palmerah, Polres Jakbar, Sabhara Polda, Brimob" kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes M. Fadhil Imran saat diwawancara, Senin (17/6/2013).

Kombes M. Fadhil menyatakan bahwa jumlah personil ini merupakan standar protap pengamanan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Ia berharap sidang berjalan dengan lancar tanpa ada keributan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gah/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%