Minggu, 16/06/2013 07:02 WIB

Penggunaan Jilbab Diyakini Tak Akan Pengaruhi Kinerja Polwan

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Larang penggunaan jilbab untuk polisi wanita saat ini sedang ramai dibicarakan. Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan polwan berjilbab seperti di Aceh dan beberapa negara di belahan barat tidak mempengaruhi kinerja mereka.

Selain itu, IPW juga mengkritik keras pernyataan orang nomor dua di Polri, Komjen Pol Nanan Sukarna, terkait polwan berjilbab lebih baik berhenti jadi polisi.

"Polwan pakai jilbab itu tidak mempengaruhi tugasnya, dan pernyataan Wakapolri itu sangat tidak arif," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane pada detikcom, Minggu (16/6/2013).

Neta menyatakan IPW mendukung polwan yang ingin memakai jilbab. Namun harus melalui upaya mengubah peraturan seragam wanita untuk anggota Polri.

"Memang peraturan itu ada, tapi Wakapolri tidak bisa sewenang-wenang menyatakan polwan pakai jilbab keluar dari polisi. Ini kan menunjukkan arogansi," ujar Neta.

Seperti yang diketahui, Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna mengatakan polwan yang ingin berjilbab lebih baik berhenti bekerja sebagai polisi. Hal ini mengacu pada aturan Polri soal seragam dinas kepolisian.

"Biarkan para polwan itu melakukan lobi-lobi, berjuang meminta dukungan untuk membantu membentuk opini pantas tidak polwan memakai jilbab. Kemudian desak peraturan seragam diubah," tutup Neta.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%