detikcom
Jumat, 14/06/2013 17:18 WIB

Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pertama di Pakistan dan Berjilbab

Nograhany Widhi K - detikNews
(Foto: Reuters)
Islamabad - Ayesha Farooq boleh bangga. Perempuan muda berusia 26 tahun ini menjadi pilot pesawat tempur pertama di Pakistan. Jilbab tak menghalangi langkahnya.

Ditemui di Pangkalan AU Mushaf, dengan jilbab hijau zaitun, Ayesha mengembangkan senyumnya. Dia menjadi perempuan pertama, mendahului 5 rekan perempuannya di AU Pakistan, yang lulus ujian final pilot jet tempur.

"Saya tak merasa berbeda. Kami melakukan aktivitas yang sama, pengeboman tepat yang sama," kata Ayesha lembut mengomentari rekan-rekannya yang laki-laki, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/6/2013).

Perempuan yang berasal dari Kota Bhawalpur, daerah Punjab di Pakistan ini mengatakan dari hari ke hari semakin banyak perempuan bergabung di kemiliteran. Ayesha bukannya tanpa hambatan pada awalnya untuk bergabung ke AU Pakistan.

Dia sempat berselisih dengan ibunya yang janda dan tak mengenyam sekolah 7 tahun lalu saat memutuskan masuk AU Pakistan.

"Dalam komunitas kami, mayoritas gadis tak berpikiran untuk menerbangkan pesawat," imbuh perempuan manis ini.

Tekanan keluarga, adat istiadat, budaya patriarki di militer membuat perempuan yang berkarier di AU Pakistan dibujuk untuk tak menjadi pilot pesawat tempur. Perempuan menerbangkan pesawat yang lebih lambat seperti mengangkut tentara dan membawa peralatan di Pakistan.

Ayesha memiliki motif kuat mengapa dirinya ingin menjadi pilot pesawat tempur. "Karena teroris dan lokasi geografis sangat penting bagi kami untuk mandiri," kata Ayesha merujuk pada militan Taliban dan kekerasan sektarian yang meningkat tajam.

Kini sekitar 4 ribu perempuan bergabung di militer Pakistan, sebagian besar bekerja di belakang meja dan pekerjaan medis. Di AU sendiri ada 316 perempuan, meningkat 3 kali lipat dibanding 5 tahun lalu.

Ada 19 pilot perempuan di AU Pakistan selama 10 tahun terakhir, namun Ayeshalah yang pertama kali menjadi pilot pesawat tempur.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%