Kamis, 13/06/2013 22:32 WIB

Banjir Bandang di Kalimantan Selatan, 1 Orang Tewas

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Banjir bandang melanda tiga Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Satu warga Kecamatan Antakan meninggal akibat terbawa arus.

"Satu orang meninggal dunia karena hanyut di Kecamatan Antakan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo dalam rilis, Kamis (13/6/2013).

Banjir bandang ini dikarenakan tingginya curah hujan di daerah Indonesia tengah. Adapun ketiga kecamatan yang dilanda banjir bandang yaitu Kecamatan Antakan, Kecamatan Batang Alai Timur, dan Kecamatan Alai Utara.

"Di Kecamatan Alai Utara ratusan rumah dan bangunan lain mengalami kerusakan," ujar Sutopo.

Berikut rincian kerugian materil yang dialami di Kecamatan Alai Utara, beberapa desa yang terendam banjir:

-Desa. Ilong, 25 buah rumah, lahan pertanian 3 ha kebun semangka,1 sekolah dan kantor DIKNAS,
-Desa. Ilong Tengah, 50 unit rumah, 1 pesantren, 1 jembatan gantung rusak berat,
-Desa. Ilong Pasar Lama, 63 unit rumah, tambak ikan dan ternak hanyut terbawa air,
-Desa. Sumanggi, 99 unit rumah, 1 sekolah SMP, 1 jembatan rusak ringan,
-Desa. Sumanggi Seberang, 93 unit rumah, 1 langgar atau Mushola, 1 tanggul jebol,1 jembatan gantung rusak sedang
-Desa. Awang Baru, 132 unit rumah, 2 tanggul longsor, 1 jalan Kabupaten longsor, dan 1 jalan usaha tani.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(edo/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
MustRead close