Detik.com News
Detik.com
Kamis, 13/06/2013 17:09 WIB

BBM Naik, Ongkos Transportasi Diperkirakan Bakal Naik Maksimal 20%

Andrew Arkadia - detikNews
BBM Naik, Ongkos Transportasi Diperkirakan Bakal Naik Maksimal 20% (foto: dok detikcom)
Jakarta - Premium bakal naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 dan solar naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500. Ongkos transportasi diperkirakan bakal naik maksimal 20 persen.

"(Kenaikan ongkos transportasi) Sepuluh sampai dua puluh persen. Karena dia hanya satu komponen dari sepuluh komponen. Paling bawah sepuluh, paling atas dua puluh. Kalau lebih dari itu, saya minta bertahap," ujar Menhub EE Mangindaan ketika ditanya perkiraan kenaikan ongkos transportasi efek kenaikan harga BBM yang diperkirakan akan dilakukan pemerintah pada Juni 2013 ini.

Hal itu disampaikan Mangindaan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2013).

Mangindaan menyatakan asumsi kenaikan itu untuk transportasi darat dan laut. Kemenhub juga sudah bekerja sama dengan BUMN transportasi, seperti PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelindo untuk membahas kenaikan tarif ini.

"Pulau-pulau terluar tidak perlu naik karena memang sudah disubsidi. Yang saya tekankan PSO (Public Service Obligation) tambahan. Masing-masing kan ada," jelas Mangindaan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%