detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 13/06/2013 17:09 WIB

BBM Naik, Ongkos Transportasi Diperkirakan Bakal Naik Maksimal 20%

Andrew Arkadia - detikNews
(foto: dok detikcom)
Jakarta - Premium bakal naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 dan solar naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500. Ongkos transportasi diperkirakan bakal naik maksimal 20 persen.

"(Kenaikan ongkos transportasi) Sepuluh sampai dua puluh persen. Karena dia hanya satu komponen dari sepuluh komponen. Paling bawah sepuluh, paling atas dua puluh. Kalau lebih dari itu, saya minta bertahap," ujar Menhub EE Mangindaan ketika ditanya perkiraan kenaikan ongkos transportasi efek kenaikan harga BBM yang diperkirakan akan dilakukan pemerintah pada Juni 2013 ini.

Hal itu disampaikan Mangindaan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2013).

Mangindaan menyatakan asumsi kenaikan itu untuk transportasi darat dan laut. Kemenhub juga sudah bekerja sama dengan BUMN transportasi, seperti PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelindo untuk membahas kenaikan tarif ini.

"Pulau-pulau terluar tidak perlu naik karena memang sudah disubsidi. Yang saya tekankan PSO (Public Service Obligation) tambahan. Masing-masing kan ada," jelas Mangindaan.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nwk/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%