detikcom

Kamis, 13/06/2013 13:46 WIB

Balada Polwan Jelita

Ini Pengakuan Panjang Lebar Briptu Rani Soal Pelecehan oleh Pimpinan

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Muncul di publik, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni (25) menceritakan banyak hal, terutama soal pelecehan seksual di kantor. Dia sangat tertekan. Apalagi pelaku pelecehan adalah atasannya sendiri.

Dalam wawancara eksklusif dengan TransTV yang dilansir DetikTV, Kamis (13/6/2013), Rani mengaku dibuatkan baju oleh Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho. Bentuknya PDH (Pakaian Dinas Harian) 2 stel. Saat itu, ada tukang jahit di kantor.

"Beliau (kapolres) bilang saya kurang baik apa sama kamu," kata Rani menirukan ucapan kapolres.

"Saya jawab, siap Ndan!" kata Rani.

Saat tukang jahit berdiri hendak mengukur, ternyata kapolres mengambil alih. Menurut pengakuan Rani, pimpinannnya itu mengukur tubuhnya dari bawah sampai atas. Rani tak melanjutkan cerita usai menyampaikan pengukuran badan ini.

"Pelecehan yang tidak seharusnya dilakukan oleh Kapolres," sebut Rani.

Rani dikabarkan melaporkan pelecehan itu ke Mabes Polri. Namun dalam wawancara, ia tak menyinggung soal itu. Perempuan asal Bandung ini juga tak memaparkan soal foto-foto syur yang beredar di dunia maya, apakah foto itu berkaitan dengan peristiwa sebelumnya atau tidak.

Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho tak pernah mengklarifikasi atas berbagai isu seputar Rani. "Sudah satu pintu itu. Saya takut salah bicara, sebaiknya ke Polda saja," katanya sebagaimana diberitakan Majalah Detik edisi 3-9 Juni 2013.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%