detikcom
Kamis, 13/06/2013 11:46 WIB

Ini Pertimbangan MK soal Anak di Bawah 12 Tahun Tak Bisa Dipidanakan

Prins David Saut - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2011 memutuskan anak yang bisa dituntut pertanggungjawaban hukum atas tindakan pidananya adalah di atas 12 tahun. Untuk yang masih di bawah 12 tahun akan dikembalikan ke keluarga atau negara.

Namun hal berbeda terjadi pada seorang anak berusia 11 tahun di Pematangsiantar. 3 tahun berlalu dari putusan MK tersebut, anak itu diadili di Pengadilan Negeri Pematangsiantar 66 hari pidana penjara karena mencuri handphone.

Putusan hakim tunggal Roziyanti yang mengadili anak tersebut dinilai melanggar putusan MK. Padahal putusan batas usia anak yang bisa dipidana telah melalui berbegai pertimbangan konstitusional.

"Banyak pertimbangannya sehingga keluar putusan itu," kata mantan Ketua MK, Mahfud MD, kepada detikcom, Kamis (13/6/2013).

Berdasarkan salinan putusan MK tanggal 2 Februari 2011, MK mempertimbangkan penetapan usia minimal 12 tahun sebagai ambang batas usia pertanggungjawaban hukum bagi anak yang telah diterima dalam praktik sebagian negara-negara.

"Sebagaimana juga direkomendasikan oleh Komite
Hak Anak PBB dalam General Comment, tertanggal 10 Februari 2007," tulis putusan tersebut.

Dalam pertimbangannya, MK menilai anak yang belum berusia 12 tahun belum memiliki kesadaran hukum dan tindakannya. Sehingga, anak di bawah 12 tahun belum bisa dituntut pertanggung jawaban jika melakukan tindak pidana.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(vid/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%