detikcom
Kamis, 13/06/2013 11:30 WIB

Laporan dari Jeddah

Blusukan Temui TKI di Jeddah, Wamen Denny Sebar Kartu Nama

Indra Subagja - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jeddah - Wamen Denny Indrayana bergerak pagi-pagi di Jeddah, Saudi Arabia. Denny menyapa WNI dan TKI yang sedang antre untuk mendapatkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Sejak pukul 05.30 waktu setempat, Kamis (13/6/2013) Denny menyapa para WNI. Mendapat kesempatan ditemui pejabat pemerintah, mereka pun segera mengeluarkan uneg-unegnya.

Denny mengajak para WNI yang menjadi pahlawan devisa ini berdiskusi.

"Silakan, apa yang ingin disampaikan," terang Denny sambil lesehan di pinggir jalan di Jeddah.

Keluhan pun banyak keluar dari mulut para TKI. Ada yang ingin pulang hingga ingin terus bekerja dengan izin resmi di Saudi.

"Saya ingin pulang, Pak. Tapi nggak bisa, karena nggak ada surat-surat," cerita seorang TKI.

Denny kemudian menjelaskan soal SPLP yang tengah diproses agar mereka bisa kembali ke Indonesia. Tapi memang butuh waktu dan dia berharap proses pengurusannya bisa tertib.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%