detikcom
Rabu, 12/06/2013 20:10 WIB

Pabrik Ekstasi Menyaru di Perumahan Elit di Kalideres

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Edward Febriyatri Kusuma
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap clandestine laboratory atau pabrik narkotika ekstasi yang berada di perumahan elit di Kalideres, Jakarta Barat.

Pabrik pil haram itu berada di Perumahan Citra Garden II Ekstension BH/1 nomor 21, Pegadungan, Kalideres. Pegungkapan dilakukan pada Sabtu (18/5/2013). BNN mengamankan salah seorang pria inisial R dalam operasi tersebut.

"R bertugas sebagai operator di lapangan," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny J Mamoto, di lokasi pabrik, Rabu (12/6/2013).

Tidak mudah untuk masuk ke kawasan perumahan itu. Siapa pun yang masuk, termasuk warganya, mendapatkan pemeriksaan ketat satpam perumahan.

Rumah bercat merah itu memiliki dua lantai. Bila diamati dari luar, rumah dengan luas sekitar 200 meter persegi itu terlihat kosong. Lantai satu hanya ada sofa panjang hitam, 1 unit kamar yang ada di lantai tersebut tidak berisi perabotan seperti kasur dan lemari.

Terdapat halaman di belakang rumah itu. Sebuah lubang dengan kedalaman 1 meter terdapat di halaman itu. "Diduga R hendak menimbun alat pembuat ekstasi di halaman ini," kata Benny.

Di lantai dua terdapat dua kamar. Sama dengan kamar yang ada di lantai satu, di salah satu kamar tidak ada perabot kasur atau lemari. Namun, di kamar lainnya, di lantai dua, terdapat dua mesin pencetak ekstasi. Di ruang ini pula terdapat bahan baku pembuat pil haram dan blender yang menjadi alat peramu bahan ekstasi.Next

Halaman 1 2
(ahy/nwk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
MustRead close