Rabu, 12/06/2013 19:21 WIB

Laporan dari Jeddah

Pengusaha Saudi Bantu Sumbang Tenda untuk Antrean WNI di Jeddah

Indra Subagja - detikNews
Noda hitam di tembok di atas antrian WNI adalah bekas kerusuhan pada Minggu petang lalu.
Jakarta - Antrean WNI ovestayer KJRI Jeddah, Saudi Arabia mencapai 2 kilometer. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, sebab suhu di Jeddah saat ini mencapai 42 derajat celcius. Alhasil dicarilah upaya untuk membantu WNI tidak terpanggang matahari

Di KJRI Jeddah, Wamen Denny Indrayana, Wamenlu Wardana, dan Direktur Perlindungan WNI Tatang S Razak berembuk. Beruntung, ada pengusaha Saudi Mohammed Swedan yang datang dan menawarkan bantuan.

"Ini dibangun kerjasama dengan pengurus Kadin di Jeddah dan insya Allah akan dibangun di halaman dalam konsulat," kata Denny di Jeddah, Rabu (12/6/2013).

Bantuan itu diberikan organisasi semacam Kadin di Saudi sebagai CSR. Nantinya akan dibangun tenda dilengkapi pendingin. "Ini diupayakan untuk memberi senyaman mungkin di tengah suhu yang terik siang hari di Jeddah," jelas Denny.

Untuk hari ini, ada sekitar lebih dari 6 ribu WNI yang mengantre untuk SPLP. Antrean mencapai 2 Km di depan KJRI. Sebagian besar WNI perempuan yang paspor mereka dipegang majikan. Mereka kemudian kabur dari majikan, dan paspor pun hilang.

Mereka rata-rata masih di bawah 10 tahun tinggal di Saudi. Namun saat hendak pulang tak punya paspor.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%