Detik.com News
Detik.com

Rabu, 12/06/2013 12:14 WIB

Perempuan Muda Mengaku Istri Siri, Rektor IPDN Tanggapi Santai

Tya Eka Yulianti - detikNews
Perempuan Muda Mengaku Istri Siri, Rektor IPDN Tanggapi Santai
Bandung - Membawa seorang anak, perempuan muda menceritakan kisah cintanya dengan Rektor Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi. Dia berharap anaknya mendapatkan jaminan asuransi dan pendidikan. Apa respons Nyoman?

"Ini zaman demokrasi, siapa saja berhak bicara. Kami tidak mau menanggapi isu yang tidak benar," kata Nyoman di TransTV dan ditayangkan detikTV, Rabu (12/6/2013).

Pernyataan itu disampaikan Nyoman untuk menanggapi pengakuan Susi Susilowati (35). Kepada wartawan, Susi mengaku sebagai istri siri Nyoman dan dikarunia seorang anak. Ia mengungkap 'aib' keluarga karena sang suami tak mau bertanggung jawab.

"Bapak selalu menyatakan, jangan harap saya mengakui (pernikahan)," kata perempuan berkerudung ini di Bandung, Selasa (11/6) kemarin.

Susi menceritakan perkenalannya dengan Nyoman terjadi pada Juni 2011. Saat itu, ia meminta tolong agar kerabatnya diterima di IPDN. Setelah itu, Nyoman mengajak bertemu. Baru pada September 2011, Susi menerima ajakan itu.

Dua bulan setelah pertemuan itu, Susi dan Nyoman menikah secara siri. Susi hamil dan mengaku diberi uang Rp 150 juta untuk menggugurkan kandungan. Saat anak lahir, hubungan Susi dan Nyoman renggang dan tidak pernah bertemu lagi.

"Saya menuntut jaminan asuransi dan pendidikan Rp 1 miliar," kata Susi sambil mengancam akan melapor ke polisi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%