detikcom
Rabu, 12/06/2013 08:02 WIB

Sertijab di Mabes Polri Terganggu Mati Lampu

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Acara sertijab perwira tinggi Polri yang dipimpin Kapolri di Mabes Polri kurang mulus. 30 menit setelah acara dimulai,tiba-tiba listrik padam sehingga acara harus dihentikan untuk sementara.

"Di Kebayoran mati lampu semua, makanya di sini juga mati," ujar anggota Provost, Aiptu Widada, ketika ditanyai wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (12/6/2013).

Beruntung, Mabes Polri langsung cepat menanggapi kejadian ini. Begitu listrik padam, genset yang ada di Mabes langsung menyala, walaupun tadi sempat menimbulkan asap di ruang genset.

"Begitu lampu mati, genset langsung otomatis menyala. Jadi sekarang acara bisa dimulai lagi," jelasnya.

Acara serah terima jabatan ini merupakan seremonial resmi yang dilakukan Mabes Polri, sehubungan dengan dimutasinya puluhan petinggi Polri yang berada di seluruh Indonesia. Dipimpin langsung oleh Kapolri, acara ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB.

Sebanyak 11 Kapolda akan dilantik. Mereka adalah

1. Irjen Suhardi Alius menempati posisi sebagai Kapolda Jawa Barat.
2. Irjen Unggung Cahyono sebagai Kapolda Jawa Timur.
3. Irjen Dwi Priyatno sebagai Kapolda Jateng.
4. Irjen Burhanuddin Andi sebagai Kapolda Sulsel
5. Irjen Syarief Gunawan sebagai Kapolda Sumut.
6. Brigjen Satriya Hari Prasetya sebagai Kapolda Jambi
7. Brigjen Condro Kirono sebagai Kapolda Riau.
8. Brigjen Endang Sudrajat sebagai Kapolda Kepulauan Riau.
9. Brigjen Djoko Mukti Haryono sebagai Kapolda Kalteng
10. Brigjen Dicky D Atotoy sebagai Kapolda Kaltim.
11. Brigjen Robby Kaligis sebagai Kapolda Sulut.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rni/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%