Rabu, 12/06/2013 02:12 WIB

Polisi Tangkap Janda Penipu di Akun Facebook

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pekanbaru - Polisi mengangkap seorang janda RN (29) yang menipu lewat akun facebook. Korbannya seorang sang cowok yang duitnya diporoti karena terbuai foto cantik di FB.

Demikian disampaikan, Kanit Reskrim Polsek Pekanbaru Kota, IPTU, Rinaldi kepada wartawan, Selasa (11/6/2013) di Pekanbaru. Rinaldi menjelaska, janda ini ditangkap tim buser di rumahnya jalan Hangtuah Pekanbaru.

"Kita menerima laporan dari korban Krisando Simbolon yang merasa sudah menjadi korban penipuan seorang wanita di FB. Dari laporan itu kita melakukan penangkapan terhadap tersangka," kata Rinaldi.

Kisah penipuan yang dilakukan tersangka, lanjut Rinaldi berawal ketika korban berkenalan lewat FB. Korban Krisando (30) warga Kabupaten Rokan Hulu, tertarik dengan akun FB bernama Desy Handayani. Dalam profil FB itu, menampilkan foto wanita berambut sebahu menggunakan kaos warnah pink dengan paras yang ayu. Dia mengaku bekerja sebagai dokter di rumah sakit umum Pekanbaru.

Perkenalan merekapun, berlanjut saling tukar nomor HP. Intinya, dalam percakapan mereka baik di FB dan saluran telepon genggam saling mencintai. Merasa Krisando benar-benar jatuh cinta, maka tersangka memanfaatkan kondisi itu untuk memporoti uangnya.

"Tersangka meminta dikirim boneka, tas dan dompet. Termasuk uang yang nilainya belasan juta," kata Rinaldi.

Lebih tiga bulan berkomunikasi melalui HP, lanjut Kanit Reskrim, korban meminta untuk bertemu di gereja HKBP jalan Hangtuah pada hari Minggu (9/6/2023). Tersangka RN memang datang menemui korbannya. Namun saat itu dia mengaku sebagai kakak dari Desy Handayani yang ada di akun FB.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(cha/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%