Rabu, 12/06/2013 00:12 WIB

Mortir Aktif Peninggalan Zaman Perang Ditemukan di Manado

Asrar Yusuf - detikNews
Lokasi Penemuan Mortir (Asrar/detikcom)
Manado - Sebuah mortir aktif ditemukan warga di Manado saat sedang menggali talud (pondasi) penahan tanah. Mortir tersebut diduga merupakan peninggalan Zaman perang Permesta.

Menurut saksi mata, Ramin Hiola (36), mortir itu ditemukannya bersama rekannya Irul (17) ketika sedang bekerja menggali lubang untuk dibuatkan talud penahan tanah di samping rumahnya di Kelurahan Singkil Satu Lingkungan VI Kecamatan Singkil, Selasa (11/6/2013) sekitar pukul 09.30 WITA.

Ketika asyik menggali, cangkulnya terantuk benda dan menimbulkan suara yang agak keras. Awalnya, saksi mengira benda tersebut adalah botol.

“Saya gali lagi dan periksa ternyata dari besi. Saya juga mengira itu tabung dinamo yang tertimbun,” ujar Hiola saat memberikan keterangan di lokasi penemuan.

Namun katanya, setelah digali terus, benda berukuran panjang sekitar 25 cm dan memiliki diameter 6 cm, dengan lingkar berkisar 15 cm itu, terdapat garis merah.

“Dugaan saya langsung berubah kalau itu bom. Saya langsung hubungi Pala’ (Kepala Lingkungan) melaporkan penemuan benda itu,” terang Hiola.

Aparat Polsek Singkil yang mendengar kabar tersebut langsung bergerak untuk mengamankan lokasi penggalian dengan memasang garis polisi. Selanjutnya benda tersebut dibawa ke Mapolsek Singkil.

Kapolsek Singkil Iptu Wiradi Setya Leksana membenarkan penemuan bom tersebut. "Sudah kami serahkan ke Sat Brimob Polda Sulut untuk dilakukan pemeriksaan lanjut,” kata Wiradi kepada detikcom, Selasa (11/6/2013) malam.

Lanjut Wiradi, mortir itu diperkirakan merupakan peninggalan jaman peperangan di Sulawesi Utara yang lebih dikenal dengan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).

“Mortirnya masih aktif dan berbahaya dan masih bisa meledak. Untung warga tanggap dan cepat melapor,” terangnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rvk/rvk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close