detikcom
Selasa, 11/06/2013 18:52 WIB

Demo Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Makassar dan Warga Bentrok

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar yang berunjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM terlibat perang batu dengan warga pengguna jalan. Warga kesal karena para mahasiswa menutup akses jalan.

Perang batu terjadi dengan warga terjadi pertama kali pada pukul 17.00 WITA dan bentrok kedua terjadi sekitar pukul 19.00 WITA, di depan kampus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Sebelumnya, mahasiswa menyandera sebuah truk pengangkut BBM milik Pertamina dan sebuah truk pengangkut kontainer. Kedua truk ini berhasil dievakuasi setelah mahasiswa Unismuh sempat mundur beberapa langkah setelah digempur batu oleh warga yang diduga bertempat tinggalnya jauh dari kampus.

Kaca depan truk pengangkut kontainer pecah akibat hantaman batu mahasiswa. Sementara truk pengangkut BBM yang tangkinya dalam kondisi kosong tidak luput dari aksi corat-coret mahasiswa.

Kerumunan warga masih terlibat saling lempar, sementara aparat kepolisian hanya berjaga dari sisi timur kampus, tidak jauh dari perbatasan Gowa-Makassar.

Akses jalan Sultan Alauddin masih tertutup bagi pengguna lalu lintas dari arah Makassar-Gowa. Hingga kini aparat kepolisian masih mencoba menggunakan pola persuasif untuk membujuk mahasiswa agar menghentikan aksinya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mna/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%