detikcom
Selasa, 11/06/2013 18:28 WIB

Kuota Haji Indonesia Akan Dikurangi 20 Persen

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Kuota haji di Indonesia akan dikurangi hingga sebanyak 40 ribu orang atau 20 persen mulai tahun 2013 ini. Pengurangan ini terjadi karena renovasi di sekitar Masjidil Haram.

"Ada surat dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Jadi ada rencana pemerintah Arab Saudi untuk memotong jumlah jemaah haji Indonesia sebesar 40 ribu orang," kata Ketua Komisi VIII DPR, Ida Fauziah, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Alasan pengurangan karena adanya renovasi di sekitar area ibadah Masjidil Haram. Renovasi itu mengakibatkan pengurangan wilayah tempat tinggal jamaah.

"Pembangunan di sekitar Masjidil Haram belum selesai, sehingga area ibadah di sekitar Masjidil Haram akan jadi persoalan," ujarnya.

Pengurangan ini akan mengakibatkan makin lamanya waktu tunggu jemaah asal Indonesia. Oleh karenanya dia meminta pemerintah melobi Arab Saudi agar kuota Indonesia banyak dikurangi.

"Waiting list kita sudah 12 tahun. Kalau dipangkas 40 ribu orang, calon yang sudah masuk waiting list dan sudah siap akan tertunda. Semakin panjang daftar tunggunya," pungkas politikus perempuan PKB ini.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%