detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 11/06/2013 17:27 WIB

Polisi dan Penculik 9 Orang Baku Tembak Saat Penyergapan di Cisarua

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Sempat terjadi baku tembak saat penyergapan komplotan penculik di sebuah vila di Cisarua, Bogor. Saat itu petugas berupaya membebaskan 9 orang korban penculikan yang disekap di vila tersebut.

Para tersangka disergap aparat Polres Bekasi Kabupaten di Villa Gelatik di Jalan Gandamanah RT 03/ RW 12, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu 8 Juni 2013.

"Kita sempat baku tembak dengan pelaku, karena pelaku membawa senjata," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi Kabupaten Kompol Dedy Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Seorang korban bernama Ende, juga menuturkan bahwa para tersangka sempat mengeluarkan tembakan saat menculik korban bernama Khotib. Khotib adalah mantan bos Ende saat bekerja di sebuah koperasi di kawasan Jakasampurna, Bekasi.

"Mereka mengaku polisi saat menjemput Khotib dan melepaskan tembakan ke udara," kata Ende.

Ende mengatakan, pistol yang digunakan para pelaku ini sejenis revolver. "Cuma larasnya pendek," kata Ende.

Para tersangka menculik Ende dan 8 korban lainnya di lokasi yang berbeda-beda dalam kurun waktu dari tanggal 3-6 Juni 2013. Para tersangka diotaki oleh Julkarnaen yang merupakan pengusaha rental mobil.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mei/nal)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close