Detik.com News
Detik.com
Selasa, 11/06/2013 16:35 WIB

Jejak Politik Putra-putri Megawati

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jejak Politik Putra-putri Megawati Foto: Taufiq Kiemas, Mega, Puan, dan Prananda
Jakarta - Begitu Taufiq Kiemas wafat, keluarga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi sorotan. Jejak politik anak-anak mereka pun menarik untuk diungkap.

Taufiq-Mega memiliki 2 orang putra dan seorang putri. Dua orang putra yakni Mohammad Rizki Pratama dan Muhammad Prananda Prabowo, dan seorang putri yakni Puan Maharani. Seperti apa jejak ketiganya di jagad politik nasional?

Mohammad Rizki Pratama dan Muhammad Prananda Prabowo adalah anak pertama dan kedua Mega dari suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso. Surindro mengalami kecelakaan pesawat yang merenggut nyawanya. Pesawat Skyvan T-701 yang dikendalikannya terempas di laut sekitar perairan pulau Biak, Irian Jaya, pada tanggal 22 Januari 1970.

Namun dua anaknya sukses mengarungi kehidupan bersama ibunya. Mohammad Rizki Pratama dikenal sebagai pengusaha sukses. Rizki selama ini dikenal sebagai simbol keluarga yang tidak terjun ke politik. Kemunculannya paling mencolok adalah saat Taufiq Kiemas meninggal dunia. Rizki menyambut jenazah Taufiq di Bandara Halim dan membacakan pidato keluarga di depan Presiden SBY pada saat pemakaman di TMP Kalibata, Minggu 9 Juni 2013.

Sedangkan adik Rizki, Muhammad Prananda Prabowo (43), memutuskan terjun ke dunia politik, mengabdi di PDI Perjuangan.

Di PDI Perjuangan, Prananda ditempatkan sebagai ketua bidang telaah materi. Di kalangan elite PDIP, Prananda dikenal sebagai 'man behind the door'. Beberapa pidato politik Megawati dibuat oleh anak keduanya tersebut.

Sosok Nanan, sapaan akrab Prananda, tiba-tiba muncul menjelang pelaksanaan kongres III PDIP di Bali, tahun 2010 silam. Nama itu muncul karena para loyalis Megawati gerah dengan adanya isu sejumlah elite PDIP ingin membawa partai yang selama ini bersikap oposisi menjadi koalisi.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%