detikcom

Selasa, 11/06/2013 13:52 WIB

KSAD Ajak Dukung Kopassus di Kasus Cebongan, Ini Kata Komnas HAM

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - KSAD Jenderal Moeldoko mengajak prajurit TNI agar memberi dukungan moril pada anggota Kopassus yang menjalani proses hukum di kasus Cebongan. Tak ayal, apa yang disampaikan Moeldoko itu menuai kritik. Salah satunya datang dari Komnas HAM.

"Sebaiknya dukungan yang diberikan kepada anggota Kopassus Kasus Cebongan tidak berpotensi konflik horizontal pada saat persidangan dilaksanakan," jelas Ketua Komnas HAM Siti Nur Laila dalam perbincangan, Selasa (11/6/2013).

11 Anggota Kopassus kini tengah menghadapi persidangan di Pengadilan Militer. Mereka didakwa atas pembunuhan 4 tahanan yang ditahan terkait kasus pembunuhan anggota TNI di cafe di Yogyakarta.

"Proses persidangan harus kita hormati dan jaga independensinya. Persidangan tidak bisa dipengaruhi dengan dukung mendukung. Yang harus dijaga semua pihak adalah dukungan jangan sampai mempengaruhi dan menghambat, agar proses persidangan bisa berjalan dengan fair dan bebas dari pengaruh dan intervensi," tutupnya.

Moeldoko mengajak memberikan dukungan itu dalam sambutan di depan prajurit Kopassus di Cijantung. "Mari kita beri dukungan moril pada teman-teman yang menjalani proses hukum pada kasus hukum Cebongan," ujar Moeldoko dalam sambutannya usai menerima brevet kehormatan dari Kopassus TNI AD di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Jenderal Moeldoko menyampaikan sambutannya di tengah-tengah ratusan prajurit Kopassus dan Panglima Kodam yang menyaksikan upacara penyerahan brevet tersebut.

Moeldoko juga mengatakan bahwa para prajurit yang terjerat kasus penyerangan yang menewaskan empat orang tahanan tersebut memiliki jiwa ksatria, karena berani mengakui perbuatannya.

"Mereka memiliki sikap ksatria dengan mengakui kesalahannya, dan dengan sikap yang tulus mengabdi kepada negara," kata Moeldoko.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%