detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:40 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 11/06/2013 13:09 WIB

Siswi SMP Jadi Mucikari, Pengamat Pendidikan: Anak-Anak Ini Korban

Norma Anggara - detikNews
isi BBM siswi SMP yang jadi mucikari
Surabaya - Seorang mucikari SMP yang ditangkap atas penjualan terhadap teman-teman sebayanya diyakini hanya menjadi korban sebuah peristiwa. Seorang pengamat pendidikan menduga, tersangka dan beberapa gadis belia itu korban penelantaran keluarga dan masyarakat.

"Anak-anak ini korban penelantaran yang dilakukan oleh orang dewasa, termasuk keluarga dan masyarakat," kata Isa Anshori, Ketua Hotline Pendidikan Jawa Timur saat dihubungi detikcom, Selasa (11/6/2013).

Usia seperti itu, lanjut Isa, masih rentan menghadapi masalah. Remaja apalagi yang masih berusia setingkat SMP mungkin 'bisa' mencari jalan keluar yang singkat.

"Yang menjadi pertanyaan dasar adalah tentang perlindungan anak. Kemungkinan besar terjadi pembiaran di dalam keluarga, kontrol terhadap anak menjadi lemah, akhirnya anak cenderung melakukan penyimpangan," tutur Isa.

Untuk diketahui, polisi menangkap seorang mucikari berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku SMP. Polisi juga mengamankan 3 gadis di bawah umur yang menjadi anak buah tersangka. Namun, setelah dilakukan pengembangan, korban mucikari SMP ini sebanyak 11 gadis belia.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%