Detik.com News
Detik.com
Selasa, 11/06/2013 13:09 WIB

Siswi SMP Jadi Mucikari, Pengamat Pendidikan: Anak-Anak Ini Korban

Norma Anggara - detikNews
Siswi SMP Jadi Mucikari, Pengamat Pendidikan: Anak-Anak Ini Korban isi BBM siswi SMP yang jadi mucikari
Surabaya - Seorang mucikari SMP yang ditangkap atas penjualan terhadap teman-teman sebayanya diyakini hanya menjadi korban sebuah peristiwa. Seorang pengamat pendidikan menduga, tersangka dan beberapa gadis belia itu korban penelantaran keluarga dan masyarakat.

"Anak-anak ini korban penelantaran yang dilakukan oleh orang dewasa, termasuk keluarga dan masyarakat," kata Isa Anshori, Ketua Hotline Pendidikan Jawa Timur saat dihubungi detikcom, Selasa (11/6/2013).

Usia seperti itu, lanjut Isa, masih rentan menghadapi masalah. Remaja apalagi yang masih berusia setingkat SMP mungkin 'bisa' mencari jalan keluar yang singkat.

"Yang menjadi pertanyaan dasar adalah tentang perlindungan anak. Kemungkinan besar terjadi pembiaran di dalam keluarga, kontrol terhadap anak menjadi lemah, akhirnya anak cenderung melakukan penyimpangan," tutur Isa.

Untuk diketahui, polisi menangkap seorang mucikari berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku SMP. Polisi juga mengamankan 3 gadis di bawah umur yang menjadi anak buah tersangka. Namun, setelah dilakukan pengembangan, korban mucikari SMP ini sebanyak 11 gadis belia.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%