Senin, 10/06/2013 18:10 WIB

Politisi PKS Enggan Tanggapi Desakan Mundur dari Koalisi

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Sejumlah politisi PD meminta PKS akan menarik keanggotaan dari Setgab Koalisi sebagai penegasan menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun bagi PKS yang saat ini memilih bertahan dalam Setgab Koalisi, permintaan tersebut bukan sesuatu yang perlu ditanggapi.

"Biarkan saja, mereka kan tidak bisa intervensi PKS," kata anggota Majelis Syura PKS Jazuli Juwaini, melalui telepon, Senin (10/6/2013).

Sementara itu, Anggota Majelis Syura PKS Refrizal enggan menanggapi. Menurutnya, PKS harus tetap konsentrasi terhadap kemanfaatan masyarakat luas. Nukan hanya sekedar membahas soal koalisi.

"Jangan negatif-negatif. Kalau yang jelek jangan kita harapkan (keluar koalisi). Yang kita targetkan adalah kemanfaatan bagi masyarakat," kata Refrizal di ujung telepon.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(dnu/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%