detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 10/06/2013 16:16 WIB

Diduga Korupsi Rp 49 M, Wali Kota Palopo Tanri Ajeng Ditahan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Wali Kota Palopo, HPA Tenri Ajeng, ditahan atas dugaan korupsi sekitar Rp 9 miliar dan tindak pidana pencucian uang Rp 40 miliar, Senin (10/6/2013). Sebelumnya, ia diperiksa penyidik Kejati Sulsel selama beberapa jam di ruang pemeriksaan kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Teman Tenri Ajeng, Pieter Neke, juga ikut dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel Chairul Saleh yang ditemui detikcom usai penahanan Tenri Ajeng, menyebutkan tersangka diduga menilep uang negara sekitar Rp 9 miliar, yakni dana pendidikan gratis tahun 2010 Rp 1.846.500.000, dana pendidikan gratis tahun 2011 Rp 5.396.750.000, dana Bantuan Operasional Sekolah 2011 Rp 1.025.000.000 dan dana retribusi sebesar Rp 1 miliar.

Chaerul menambahkan, tersangka bersama rekannya menggunakan modus operandi dengan mengambil dana kas daerahnya sebesar Rp 40 miliar, yang ditransfer ke 5 bank nasional.

Dana Rp 40 miliar tersebut dipakai membeli valas sebesar Rp 11,7 miliar di Atrium Senen yang menurut tersangka diberikan ke WNA bernama Mr Smith, membeli emas murni seberat 4 kilogram senilai Rp 1,5 miliar yang diserahkan ke perempuan bernama Christin, Rp 1,2 miliar ditransfer ke rekening Dinas Pendidikan Palopo, Rp 3 miliar ke pria bernama Ibrahim, Rp 1,5 miliar ke pria bernama Tolu dan sisanya digunakan untuk keperluan pribadi tersangka.

"Karena seluruh isi rekening sudah kosong dan telah ditutup oleh tersangka, kami hanya mampu menyita dua rumah di Makassar dan Palopo senilai Rp 9 miliar serta 2 petak tanah di Makassar dan Palopo yang nilainya belum ditaksasi," ujar Chaerul.

Chaerul berkilah, Tenri Ajeng dan Pieter sengaja ditahan dalam tingkat penuntutan selama 20 hari sebelum kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Sebab, dikhawatirkan dapat mempersulit jalannya pemeriksaan dan dikhawatirkan akan melenyapkan dokumen yang akan menyulitkan jaksa dalam proses pembuktian kasusnya di Pengadilan Tipikor.

"Pasal yang disangkakan bagi keduanya adalah UU Tipikor nomor 31 tahun 1999, primer pasal 2, subsider pasal 3, khusus untuk walikota dikenakan pasal pemberantasan tindak pidana pencucian uang pasal 3 jo pasal 2 ayat 1 UU RI no 8 tahun 2010," tandas Chaerul.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mna/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close