detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 17:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 10/06/2013 14:40 WIB

Massa FPI Demo di Polda Metro Jaya, Lalin Semanggi-Blok M Macet

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Metro Jaya, Jl Sudirman. Akibatnya, lalu lintas dari arah Semanggi arah ke Blok M macet.

Massa mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (10/6/2013). Anggota FPI yang mengenakan baju putih-putih itu berdatangan dengan menggunakan sepeda motor. Massa menyesaki separuh Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Blok M. Tidak hanya itu, massa juga memarkirkan motornya di jalanan sehingga menambah kemacetan.

Kendaraan-kendaraan yang melintas di lokasi dari arah Jalan Gatot Subroto dan Semanggi pun tersendat. Laju kendaraan pun harus diperlambat lantaran massa berjejer di jalan sambil membentangkan sejumlah spanduk.

Massa menuntut agar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayuseno memecat oknum polisi yang membekingi perampasan lahan rakyat, menangkap semua preman yang terlibat dalam perampasan lahan.

Selain itu, massa juga menuntut agar kepolisian membebaskan ustadz, laskar dan aktivis yang ditangkap pada saat demo di Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Kamis lalu. "Bersihkan institusi Polri dari oknum budak kompeni jahat," tegas orator.

Demo ini terkait sengketa lahan seluas 2,2 hektar yang diklaim milik seorang warga bernama Ronah yang kini diduduki oleh pengembang perumahan Alam Sutera, PT Alfa Goldland Reality.

"Aksi ini aksi sadar kita untuk ingatkan polisi jangan berpihak pada preman, jangan jadi antek-antek penguasa," ujar Albain, pengacara FPI dalam orasinya.

Dalam aksinya ini, massa membawa sejumlah spanduk yang antara lain berisi 'Hey Polisi, kenapa Ustadz dan Habib kau pukuli, sementara preman dibiarkan'. Hingga saat ini aksi demo masih berlangsung dalam pengamanan sejumlah aparat polisi.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mei/nal)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%