Detik.com News
Detik.com
Senin, 10/06/2013 14:14 WIB

Motif Menabrakkan Mobil Masih Misterius, Lusiana Dibawa ke RSJ

Farhan - detikNews
Motif Menabrakkan Mobil Masih Misterius, Lusiana Dibawa ke RSJ
Bogor - Lusiana (46) asal Cisaranteun, Bandung, yang menabrakkan Toyota Rush ke sejumlah kendaraan, belum kooperatif saat diperiksa polisi. Motif menabrakkan mobil masih misterius. Setelah diperiksa di RS PMI Bogor, ia dibawa ke RS dr H Marzoeki Mahdi.

"Kalau penyebab (menabrakkan mobil) saya nggak tahu. Yang bersangkutan kita bawa ke RS Marzuki Mahdi," kata Kanit Sabhara Polsek Bogor Tengah AKP Heri Hermawan di RS PMI Bogor, Senin (10/6/2013).

RS dr H Marzoeki Mahdi adalah rumah sakit pemerintah khusus jiwa Kelas A. Rumah sakit ini memberikan pelayanan psikiatri dan pelayanan rehabilitasi ketergantungan NAPZA.

"Mau diperiksa kejiwaannya," ungkap AKP Heri ketika ditanya tujuan Lusiana dibawa ke RS Marzoeki Mahdi.

Lusiana menabrakkan Toyota Rush warna hitam bernopol D 1770 BA yang dikendarainya ke beberapa kendaraan lain di Jalan Raya Padjadjaran, tepatnya di pertigaan lampu merah Tugu Kujang, Bogor, sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, ia dilarikan ke RS PMI Bogor.

Lusiana mengamuk saat diamankan polisi dan warga. Sebab itu, wanita berambut panjang dan pirang ini dibawa ke RS PMI dalam keadaan terborgol. Ia sempat kencing di mobil patroli polisi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%