Detik.com News
Detik.com

Senin, 10/06/2013 11:06 WIB

PDIP Bahas Ketua Baru MPR Setelah 7 Hari Wafatnya Taufiq Kiemas

Ahmad Toriq - detikNews
PDIP Bahas Ketua Baru MPR Setelah 7 Hari Wafatnya Taufiq Kiemas Almarhum Taufiq Kiemas.
Jakarta - Wafatnya Taufiq Kiemas meninggalkan kekosongan di posisi Ketua MPR. Namun PDIP yang masih diselimuti duka, sehingga tidak terburu-buru mencari pengganti.

"Pengganti Pak Taufiq akan dibicarakan setelah hari ke tujuh, etikanya kan begitu," kata Ketua DPD PDIP Jabar, Tubagus Hasanudin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/6/2013).

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan pembicaraan awal mengenai pengganti Taufiq telah dibicarakan dengan para Wakil Ketua MPR. Kemudian disepakati bahwa pembahasan mengenai pengganti akan mulai dibahas setelah hari ketujuh meninggalnya Taufiq Kiemas.

"Sudah dibicarakan dengan Wakil Ketua MPR, katanya nanti sajalah kita bicara ketua," ujarnya.

Sepeninggal Taufiq, posisi Ketua MPR tetap menjadi hak PDIP. Sesuai aturan, PDIP memiliki waktu 30 hari untuk memilih pengganti Taufiq.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%