Detik.com News
Detik.com
Senin, 10/06/2013 09:00 WIB

Kompolnas Apresiasi Langkah Polri Mutasi 11 Kapolda

Rina Atriana - detikNews
Kompolnas Apresiasi Langkah Polri Mutasi 11 Kapolda
Jakarta - Mutasi besar-besaran terjadi di tubuh Korps Bhayangkara. Mabes Polri memutasi 11 Kapolda. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi mutasi tersebut sebagai kebijakan akselerasi yang tepat.

"Kompolnas melihat mutasi yang melibatkan penggantian 11 Kapolda ini telah memberi kepercayaan pada perwira Polri yang lebih muda dan tentunya mendorong akselarasi gerbong perwira yang potensial secara tepat waktu," kata Komisioner Kompolnas M Nasser, kepada detikcom, Senin (10/6/2013).

Menurut Nasser, mutasi kali ini sangat penting dan strategis karena Kapolri juga sudah memenuhi harapan masyarakat atas regenerasi pejabat di beberapa Polda. Selain itu tampak adanya keadilan, pemerataan dan kesinambungan.

"Dalam dua hari ini saya menerima telepon dari anggota DPR RI yang menginformasikan bahwa beliau-beliau senang karena Kapolri cukup tanggap atas keluhan masyarakat," ujar Nasser.

Nasser menambahkan, ada warga Surabaya yang menghubunginya dan meminta agar Kapolda Jawa Timur yang baru menuntaskan masalah makelar kasus yang ada di sana.

"Meminta agar Kapolda Jatim yang baru berkenan memelihara jarak yang tegas serta tidak melayani makelar kasus yang selama ini diduga sering mengintervensi penanganan perkara baik di Polda maupun di Polrestabes Surabaya," ungkap Nasser.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rna/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%