detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 09/06/2013 17:15 WIB

Muhammadiyah Serukan Salat Gaib Untuk Taufiq Kiemas

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Taufiq Kiemas dikenal sebagai politikus lintas partai dan golongan. Tidak heran, jika kepergiannya memunculkan simpati yang begitu besar dari berbagai pihak. Termasuk PP Muhammadiyah.

Salah satu cara Muhammadiyah untuk menghormati Taufiq adalah dengan menyerukan kepada seluruh warganya untuk salat gaib.

"Din Syamsuddin serukan warga Muhammadiyah di seluruh Tanah Air untuk lakukan shalat ghaib bagi Almarhum H. Taufik Kiemas," demikian rilis dari PP Muhammadiyah yang diterima detikcom, Minggu (9/6/2013).

Di pemakaman, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin juga sempat menyampaikan kesannya pada Taufiq. Suami Megawati Soekarnoputri itu dinilai sebagai sosok negarawan yang berjuang demi rakyat.

"Dia memiliki wawasan luas. Punya pergaulan yang bersifat lintas agama suku, profesi dan lingkaran-lingkaran politik. itu hal yang tidak mudah dan dia telah menampilkan itu," ujar Din.

Kepergian Taufiq menurut Din adalah sebuah kehilangan besar. Kini, setiap generasi muda harus bisa mengambil teladan yang baik dari sikap Taufiq.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mad/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%