detikcom
Minggu, 09/06/2013 17:15 WIB

Muhammadiyah Serukan Salat Gaib Untuk Taufiq Kiemas

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Taufiq Kiemas dikenal sebagai politikus lintas partai dan golongan. Tidak heran, jika kepergiannya memunculkan simpati yang begitu besar dari berbagai pihak. Termasuk PP Muhammadiyah.

Salah satu cara Muhammadiyah untuk menghormati Taufiq adalah dengan menyerukan kepada seluruh warganya untuk salat gaib.

"Din Syamsuddin serukan warga Muhammadiyah di seluruh Tanah Air untuk lakukan shalat ghaib bagi Almarhum H. Taufik Kiemas," demikian rilis dari PP Muhammadiyah yang diterima detikcom, Minggu (9/6/2013).

Di pemakaman, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin juga sempat menyampaikan kesannya pada Taufiq. Suami Megawati Soekarnoputri itu dinilai sebagai sosok negarawan yang berjuang demi rakyat.

"Dia memiliki wawasan luas. Punya pergaulan yang bersifat lintas agama suku, profesi dan lingkaran-lingkaran politik. itu hal yang tidak mudah dan dia telah menampilkan itu," ujar Din.

Kepergian Taufiq menurut Din adalah sebuah kehilangan besar. Kini, setiap generasi muda harus bisa mengambil teladan yang baik dari sikap Taufiq.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%