detikcom
Minggu, 09/06/2013 17:15 WIB

Muhammadiyah Serukan Salat Gaib Untuk Taufiq Kiemas

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Taufiq Kiemas dikenal sebagai politikus lintas partai dan golongan. Tidak heran, jika kepergiannya memunculkan simpati yang begitu besar dari berbagai pihak. Termasuk PP Muhammadiyah.

Salah satu cara Muhammadiyah untuk menghormati Taufiq adalah dengan menyerukan kepada seluruh warganya untuk salat gaib.

"Din Syamsuddin serukan warga Muhammadiyah di seluruh Tanah Air untuk lakukan shalat ghaib bagi Almarhum H. Taufik Kiemas," demikian rilis dari PP Muhammadiyah yang diterima detikcom, Minggu (9/6/2013).

Di pemakaman, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin juga sempat menyampaikan kesannya pada Taufiq. Suami Megawati Soekarnoputri itu dinilai sebagai sosok negarawan yang berjuang demi rakyat.

"Dia memiliki wawasan luas. Punya pergaulan yang bersifat lintas agama suku, profesi dan lingkaran-lingkaran politik. itu hal yang tidak mudah dan dia telah menampilkan itu," ujar Din.

Kepergian Taufiq menurut Din adalah sebuah kehilangan besar. Kini, setiap generasi muda harus bisa mengambil teladan yang baik dari sikap Taufiq.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/mad)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%