Sabtu, 08/06/2013 17:14 WIB

Hari ke-237 Jokowi

Tiket PRJ Rp 30 Ribu, Ahok: Kalau Bawa 5 Anak Gimana? Belum Lagi Belanja

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) prihatin Pekan Raya Jakarta (PRJ) tidak bisa dinikmati oleh wong cilik gara-gara tiket mahal. Ia bertekad mewujudkan PRJ menjadi pesta rakyat.

"PRJ sekarang kan banyak sekali orang yang tidak mampu datang ke PRJ karena kena Rp 30.000 tidak bisa masuk. Kalau dia bawa 5 anak gimana? Belum lagi belanja. Harus dipikirkan," kata Ahok.

Hal ini disampaikan Ahok usai menyerahkan hadiah kepada peserta didik yang berprestasi dalam UN 2013 di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013).

Ahok tengah memikirkan menjadikan PRJ sebagai pesta rakyat.
"Jangan membayangkan PRJ dari JIExpo dipindahkan habis. Ya Expo atau Fair ya biasa-biasa saja dilakukan saja. Jadi PRJ harus ada untuk rakyat nikmatin," ujar dia.

Menurut Ahok, sudah ada acara yang dirancang di Monas.
"Monas tahun ini sudah bikin acara kok. Sudah dibuat acaranya. Tidak ada PRJ tandingan. Orang PRJ punya kita kok. Apa yang mau ditandingin. Kalau tandingan kan bukan punya kita," kata suami Veronika Tan ini.

Ia mengaku belum ada alternatif lokasi lain, selain Monas untuk penyelenggaraan PRJ tahun depan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%