Detik.com News
Detik.com
Jumat, 07/06/2013 18:04 WIB

KPK Rekonstruksi Penyerahan Uang ke Bupati Mandailing Natal di Medan

Ikhwanul Habibi - detikNews
Jakarta - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan rekonstruksi kasus suap kepada bupati Mandailing Natal. Kegiatan ini dilakukan di dua tempat, di sebuah Bank dan di kantor tersangka Surung Panjaitan di kota Medan.

"Tim penyidik KPK saat ini sedang di Medan. Sejak jam 10 untuk rekonstruksi kasus Bupati Mandailing Natal," ujar juru bicara KPK, Johan Budi di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (30/5/2013).

Rekontruksi dilakukan di dua tempat. Pertama di Bank BRI cabang Putri Hijau, Medan. Kedua di kantor tersangka di Jl Bima Sakti, Medan.

"Penyidik memeriksa saksi, karyawan PT milik SP," tambah Johan.

Rekonstruksi ini terkait kasus tangkap tangan penyuapan terhadap Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara. Surung dan Hidayat bersama PLT Kadis PU Madina Khairil Anwar Daulay sudah menjadi tahanan KPK.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%