detikcom
Jumat, 07/06/2013 17:58 WIB

Usai Pukul Pramugrari, Pejabat Babel Sempat Bilang: Biar Kapok Dia

Rini Friastuti - detikNews
Febriyani (kanan) dan adiknya
Jakarta - Kepala BKPMD Bangka Belitung Zakaria Umar Hadi memukul pramugari Sriwijaya Air Febriyani. Setelah memukul, Zakaria sempat mengucapkan tujuannya melakukan penganiayaan.

"Saya masih ingat sambil teriak dia bilang 'saya penumpang, saya raja, saya bayar pakai uang, biar kapok dia'," ujar Febriyani dalam konferensi pers di kediamannya di Kemang Timur, Jumat (7/6/2013).

Menurut Febriyani, setelah kepala sebelah kirinya dipukul menggunakan gulungan kertas tebal, telinganya langsung sakit.

"Yang saya denger di telinga saya suara 'ngiing'. Akhirnya saya lari ke kapten, karena apapun yang terjadi di pesawat semua kru harus tahu," ujar Febri.

Zakaria Umar Hadi memukul pramugari Sriwijaya Air Febriyani karena tak terima karena ditegur Febri saat tak juga mematikan ponsel saat pesawat hendak take off. Zakaria memukul dengan lipatan koran. Dia juga sempat memaki dengan kata-kata kasar.

Kini, pejabat berkumis itu diproses hukum. Setelah diperiksa, ia dijadikan tersangka dan sekarang ditahan di Mapolsek Pangkalan Baru, Pangkalpinang. Usai pemeriksaan, Zakaria mengaku khilaf. "Saya menyesal, saya khilaf," ujar Zakaria.

(rni/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%