Jumat, 07/06/2013 16:37 WIB

Demo Tolak BBM Naik, Mahasiswa Makassar dan Satpam Nyaris Adu Jotos

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Mereka nyaris terlibat adu jotos dengan satpam Pertamina saat memaksa masuk kompleks kantor.

Aksi digelar di kantor Pertamina Divre VII Makassar, Jalan Garuda, Jumat (7/6/2013). Emosi mahasiswa dapat diredam oleh aparat Polrestabes Makassar yang membantu proses negosiasi antara mahasiswa dan pegawai Pertamina. Saat memaksa masuk, para mahasiswa nyaris merobohkan pagar kantor Pertamina.

Selain menolak kenaikan harga BBM, aktivis HMI juga memprotes kasus penganiayaan rekannya dalam unjukrasa serupa, Senin (3/6) lalu. Dalam aksi tersebut, 7 mahasiswa terluka. Satu mahasiswa bernama Mardin bahkan mengalami patah tulang di bagian lengan kanannya.

"Kami mendesak mereka meminta maaf atas penganiayaan yang dilakukan satpam Pertamina yang dikoordinatori oleh oknum anggota TNI Angkatan Darat bernama Slamet," ujar korlap aksi, Awi.

"Kami menuntut Slamet dipecat dari Pertamina dan kesatuannya," imbuhnya.

Setelah negosiasi, para mahasiswa berhasil memaksa pejabat sementara GM Pertamina Divre VII, Umar Khotib, untuk menandatangani petisi mahasiswa untuk menolak kenaikan harga BBM dan turut membasmi mafia penyelundup BBM yang marak jelang kenaikan harga BBM.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mna/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%