Detik.com News
Detik.com
Kamis, 06/06/2013 20:02 WIB

Pemprov Babel Sebut Insiden Pemukulan Pramugari sebagai Kesalahpahaman

Aulia Bakti - detikNews
Pemprov Babel Sebut Insiden Pemukulan Pramugari sebagai Kesalahpahaman
Jakarta - Kasus pemukulan pramugari Sriwijaya Air Febriani (31) oleh Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi ditanggapi oleh pihak Pemprov Bangka Belitung (Babel). Kepala Dinas Kominfo Babel, Tajuddin mengatakan bahwa insiden itu terjadi karena kesalahpahaman.

"Insiden yang terjadi antara Zakaria Umar Hadi, kepala BKPMD Babel dengan salah seorang pramugari Maskapai Sriwijaya Air atas nama Febriani, terjadi karena persoalan kesalahpahaman di antara kedua belah pihak," kata Tajuddin melalui rilis yang diterima detikcom, Kamis (6/6/2013).

Tajuddin mengatakan bahwa menurut keterangan Zakaria sebagai penumpang telah sangat paham terhadap aturan mematikan HP di pesawat. Apalagi dengan tugas kedinasannya, dia sudah sering bepergian menggunakan pesawat dengan berbagai macam maskapai penerbangan termasuk Sriwijaya Air.

"Dan selama itu (Zakaria) tidak pernah sampai terjadi insiden yang demikian, yang sempat membuatnya merasa tidak nyaman menerima perlakuan dari cabin crew seperti yang dia alami saat itu," ujar Tajuddin.

Tajuddin menjelaskan bahwa memang benar pramugari Sriwijaya, Febriani meminta Zakaria untuk mematikan ponsel dan Zakaria pun langsung mematikan ponselnya. Namun, masih kata Tajuddin, ponsel Zakaria adalah jenis yang membutuhkan waktu lama untuk posisi off.

"Kondisi HP sperti itulah yang kemudian ditunjukkan Pak Zakaria kepada saudara Febriani, yang ternyata hal tersebut membuat sang pramugari tidak senang yang menurut pak Zakaria dapat terlihat dari respon dan body languagenya yang ditunjukkan yang bersangkutan pada saat itu," lanjutnya.

Selanjutnya setibanya, Tajuddin mengatakan bahwa di Bandara Pangkalpinang, saat hendak turun dari pesawat, Pak Zakaria kembali mengingatkan sikap sang pramugari febriani yang dianggapnya kurang menyenangkan itu.

"Tetapi ternyata hal tersebut direspon lagi dengan sikap yang tidak ramah, akhirnya terjadilah insiden sorongan koran dari Pak zakaria kepada yang bersangkutan," kata Tajuddin.

"Insiden yang terjadi antara kedua belah pihak ini memang patutlah disesalkan akibat terjadi kesalahpahaman. Dan hal ini seyogyanya dapat menjadi pelajaran berharga serta diambil hikmahnya untuk sama-sama senanti menjaga sikap dan perilaku dalam berinteraksi sosial dimanapun, dengan profesi apapun," tutupnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(sip/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%