Detik.com News
Detik.com
Kamis, 06/06/2013 16:04 WIB

PRJ di Kemayoran Dibuka, Pengunjung Keluhkan Mahalnya Tiket

Endro - detikNews
PRJ di Kemayoran Dibuka, Pengunjung Keluhkan Mahalnya Tiket
Jakarta - Pengunjung mulai memadati PRJ Kemayoran yang dibuka hari ini, Kamis (6/6/2013). Warga harus menyediakan Rp 30 ribu per orang untuk bisa masuk ke acara pameran ini. Untuk sebagian warga, harga tiket masuk itu cukup mahal.

"Tiket terlalu mahal apalagi untuk golongan ekonomi lemah seperti saya," kata Nasrun, salah seorang pengunjung yang membawa keluarganya ke PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2013).

Nasrun mengatakan, setuju jika PRJ dipindah ke Monas karena bisa terjangkau semua kalangan. "Saya setuju biar terjangkau," katanya.

Pengunjung lain, Anisa juga mengeluhkan mahalnya tiket masuk ke arena PRJ tersebut. "Saya kira tadi hari pertama gratis ternyata bayar," katanya.

Saat ditanya mengenai pemindahan PRJ ke Monas, Anisa menyetujuinya. "Meski nanti lebih kecil saya kira transportasinya lebih mudah dan lebih merakyat," katanya.

Suasana di dalam PRJ cukup ramai. Makin sore makin banyak pengunjung yang memadati lokasi PRJ. Mereka banyak yang duduk-duduk di sepanjang koridor di dalam area PRJ. Beberapa orang terlihat memadati stand-stand pamean di lokasi tersebut.

Tarif masuk PRJ dipatok Rp 25 ribu untuk Senin hingga Kamis, sedangkan untuk Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur nasional dipatok Rp 30 ribu. Untuk hari senin hingga Kamis PRJ buka dari pukul 15.30-22.00 WIB, sedangkan Jumat PRJ buka dari puku 15.30-23.00 WIB dan untuk Sabtu dan Minggu PRJ dibuka dari pukul 10.00-23.00 WIB.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%