Detik.com News
Detik.com
Kamis, 06/06/2013 14:58 WIB

Kasus Pemukulan Pramugari, Sriwijaya Air Serahkan ke Proses Hukum

Indra Subagja - detikNews
Kasus Pemukulan Pramugari, Sriwijaya Air Serahkan ke Proses Hukum
Jakarta - Kasus pemukulan pramugari Sriwijaya Air Febriani (31) oleh Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi sudah bergulir ke proses hukum. Pihak Sriwijaya Air berharap kasus ini bisa selesai lewat proses hukum.

"Kita serahkan sepenuhnya ke kepolisian, harus proses melalui hukum," jelas juru bicara Sriwijaya Air, Agus Soedjono saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (6/6/2013).

Menurut Agus, pramugari Febriani sudah sesuai aturan mengingatkan Zakaria agar mematikan HP karena pesawat yang ditumpangi pada Rabu (5/6) malam dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sudah akan terbang. Teguran dilakukan dengan sopan.

"Sampai seperti ini ada pemukulan sangat disayangkan, sebagai manusia semestinya tahu etika. Sesuai aturan sebelum boarding seharusnya sudah mati," tuturnya.

Setibanya di Bandara di Pangkalpinang, Febri dipukul dengan koran dan didorong. Febri kemudian melapor ke Polsek Pangkalanbaru. Kasus ini masih dalam pemeriksaan polisi.

Pengacara Zakaria, Ellisa menegaskan kliennya khilaf karena sedang ada masalah. Istrinya tengah sakit.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%