Kamis, 06/06/2013 14:57 WIB

Ini Tanggapan Warga Soal Rencana Jokowi Memindahkan PRJ ke Monas

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Jakarta - Gubernur Jokowi rencananya akan memindahkan lokasi pelaksanaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) dari Kemayoran ke Monas, Jakarta Pusat. Langkah ini disambut baik oleh warga yang merasa pelaksanaan PRJ di Kemayoran banyak kekurangannya.

"Kalau di Kemayoran menengah ke atas, parkir saja mahal. Saya pernah motor Rp 15 ribu apalagi mobil bisa lebih mahal. Pernah juga beli kerak telor harganya Rp 70 ribu," kata Rudi (22), salah seorang pengunjung Monas ketika ditanya mengenai rencana Jokowi memindahkan PRJ ke Monas, Kamis (6/6/2013).

Rudi mengatakan setuju lokasi PRJ dipindahkan ke Monas karena acara ini akan bisa dikunjungi semua kalangan. "Kalau PRJ di Kemayoran mahal, kalau di Monas bisa lebih murah," katanya.

Tarufik (28), pengunjung Monas lainnya, mengeluhkan hal yang serupa. Menurutnya parkir mobil di PRJ Kemayoran sangat mahal. Dirinya pernah harus membayar parkir Rp 60 ribu saat mengunjungi PRJ Kemayoran. "Bawa mobil kena Rp 60 ribu, padahal mau lihat-lihat saja bukan mau beli," keluhnya.

Taufik mengatakan, salah satu kelebihan Monas dibanding Kemayoran adalah lebih rindang dan lebih strategis. Namun jika memang dipindahkan ke Monas maka PRJ akan lebih kecil. "Mudah-mudahan terwujud deh PRJ di Monas," katanya.

Usriyah (21), pengujung Monas lain, mengatakan jika dipindah ke Monas maka akan lebih dekat lokasinya dibanding dengan di PRJ Kemayoran. Menurutnya kalau dipindah ke Monas juga akan lebih murah.

"Disana mahal-mahal, main kesana uang langsung habis, parkiran juga mahal. Kalau di Monas lebih cocok dan terjangkau semua kalangan," katanya.

Namun tak semuanya setuju dengan rencana Jokowi memindahkan lokasi PRJ ke Monas. Sugiarto, pedagang yang sudah 20 tahun berjualan di monas menentang rencana tersebut. Menurutnya Monas seharusnya menjadi monumen sejarah dan bukan menjadi tempat pelaksanaan PRJ.

"Nanti Monas menjadi rusak," katanya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nal/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%