Detik.com News
Detik.com
Kamis, 06/06/2013 13:52 WIB

Pramugari Sriwijaya Air Dipukul, Pengacara: Zakaria Sedang Ada Masalah

Aulia Bakti - detikNews
Pramugari Sriwijaya Air Dipukul, Pengacara: Zakaria Sedang Ada Masalah
Pangkalpinang - Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi mengaku sedang ada masalah keluarga. Dia mengaku khilaf hingga akhirnya memukul pramugari Sriwijaya Air, Febriani (31).

"Pemukulan itu terjadi lantaran kondisi kliennya saat di tegur pramugari untuk mematikan HP sedang dalam masalah, karena istrinya tengah sakit dan menjalani operasi," ujar kuasa hukum Zakaria, Ellisa di Mapolsek Pangkalanbaru, Pangkalpinang, Babel, Kamis (6/6/2013).

Ellisa juga mengaku kliennya siap kooperatif untuk mengikuti proses pemeriksaan polisi. Buktinya, kliennya datang memenuhi panggilan polisi.

Zakaria pada Rabu (5/6) malam menumpang pesawat Sriwijaya Air dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saat itu dia diminta pramugari Febriani agar mematikan telepon seluler karena pesawat sudah hendak terbang. Saat itu, Zakaria marah-marah.

1 Jam kemudian pesawat tiba di Pangkalpinang. Tapi saat hendak turun, dia malah memukul Febriani. Insiden itu dilerai penumpang yang lain. Zakaria kemudian dilaporkan ke polisi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%