detikcom
Kamis, 06/06/2013 12:53 WIB

Rencana PRJ 2014 di Monas Perlu Konsep Mendalam

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada 2014 nanti direncanakan digelar di silang Monas. Rencana tersebut disambut baik banyak kalangan, namun pemerintah provinsi DKI Jakarta harus punya konsep matang agar tidak berkesan 'pekan raya konsumerisme'.

"Rencananya bagus, karena selama ini PRJ itu ajang konsumeristik. Padahal pada awal Ali Sadikin, konsepnya ruang publik pesta rakyat dan ruang di mana Jakarta menampilkan industri kreatif masyarakatnya sendiri," kata budayawan dari Universitas Indonesia, JJ Rizal, kepada detikcom, Kamis (6/6/2013).

Rizal menambahkan produk asing kerap menguasai PRJ akhir-akhir ini sehingga rencana memindahkan lokasi PRJ dari JIExpo ke Monas sebagai langkah awal. Namun tugas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama jajarannya untuk merealisasikan ide ini jangan berhenti pada retorika.

"Ide kali ini harus juga dieksplorasi. Kalau dulu Ali Sadikin mengajak para intelektual dan tokoh Betawi membuat konsep PRJ untuk rakyat Jakarta," kata Rizal.

Rizal meminta pemprov DKI Jakarta untuk serius merealisasikan rencana memindahkan PRJ dengan konsep kerakyatan ini dengan seluruh jajarannya bersama tokoh-tokoh masyarakat. Sehingga PRJ kembali pada definisinya saat pertama kali dicetuskan Ali Sadikin.

"Kita harus pisahkan masalah tata kelola dan pengurusan PRJ, kita juga harus melihat ide ini untuk memperbaiki konsep PRJ," tutup Rizal.

Sebelumnya, Wagub Basuki T Purnama menyatakan PRJ akan jadi pasar rakyat dengan memindahkan ke lapangan silang Monas. PRJ juga akan diambil alih pemprov DKI dari JIExpo dan melarang penggunaan logo dan nama PRJ.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(vid/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%