detikcom
Rabu, 05/06/2013 21:08 WIB

Kunjungan Anis Matta ke Pesantren di Pasuruan Ditolak Para Santri

Muhajir Arifin - detikNews
Pasuruan, - Kunjungan Presiden PKS Anis Matta ke Pasuruan diwarnai aksi protes. Sejumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Kramat (Bani Thoyyib) membentangkan dua buah papan bertuliskan penolakan pada PKS. Penolakan kedatangan orang nomor satu di PKS juga terjadi di Ponpes Sidogiri, yang merupakan pesantren berpengaruh di Pasuruan.

Anis Matta datang ke Ponpes Kramat sekitar pukul 15.00 WIB Rabu (5/6/2013) untuk bersilaturahmi dengan ulama, kader dan simpatisan. Sampai di lokasi, Anis berserta rombongan langsung masuk ke ruangan pengasuh ponpes. Ratusan kader dan simpatisan sudah menunggu.

Awalnya tidak ada yang janggal dengan acara tersebut. Anis menyampaikan pidatonya di hadapan para kader. Sesi tanya jawab juga dilakukan dalam kesempatan tersebut. Namum hal tidak terduga terjadi saat acara selesai. Sejumlah santri membentangkan dua papan bertulisakan penolakan pihak pesantren pada PKS. Sebuah papan bertuliskan “Pondok Kramat Anti PKS” sementara di papan yang lain terterah “Pondok Kramat Tidak Ikut Partai PKS!!!”

Para santri melakukan aksinya di gerbang masuk ponpes. Aksi tersebut kontan menyulut perhatian banyak orang. Sejumlah peserta silaturahim tampak kereranan dengan apa yang dilihatnya. Tak ada klarifikasi dari pihak pesantren terkait aksi tersebut. Para santri tidak tampak ikut dalam acara, meski menjadi tuan rumah acara.

“Ini perintah dari keluarga pondok. Selagi baik kita mau,” kata Anam, salah seorang santri yang ikut dalam aksi protes tersebut.





Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%