Rabu, 05/06/2013 20:57 WIB

Diperiksa Polisi, Wabup Bogor Dicecar 35 Pertanyaan Soal Video Porno

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung, - Karyawan Faturahman menjalani pemeriksaan selama enam jam di Mapolda Jabar. Politisi PDIP sekaligus Wabup Bogor ini diperiska sebagai tersangka gara-gara terseret perkara dugaan penyebaran video porno.

Karfat, begitu dia biasa disapa, keluar dari salah satu ruangan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, sekitar pukul 19.45 WIB, Rabu (5/6/2013). Dia keluar tanpa memberikan pernyataan kepada wartawan.

Penyidik menyodorkan puluhan pertanyaan seputar kronologi tersebarnya video bergambar adegan hubungan intim antara pria mirip Wakil Ketua DPRD Jabar RHT dengan wanita berinisial L. Karfat disangkakan melanggar Pasal 29 UU No 44 tahun 2008 perihal Pornografi junto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana tentang mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan suatu perbuatan.‬‬

"Ada 35 pertanyaan," jelas Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul.

Karfat berpakaian kemeja pendek batik dan celana panjang warna gelap datang bersama empat pengacaranya ke Mapolda Jabar sekitar pukul 13.35 WIB. Ia akhirnya memenuhi pemanggilan kedua, setelah sebelumnya mangkir saat pemanggilan pertama. Dia kali pertama diperiksa penyidik sebagai tersangka.

"Pemeriksaan ini tidak terkait jabatan Wabup Bogor. Tetapi kaitannya tersangka yang waktu itu menjadi ketua LSM di Bogor. Cuma memang kebetulan saja saat ini tersangka jabatannya sebagai Wabup Bogor," tutur Martin.

Perkara ini ditangani Polda Jabar berdasarkan laporan pihak pelapor yakni RHT pada April 2010. Selama tiga tahun berlalu, akhirnya polisi menetapkan dua tersangka yakni Karfat dan Indra Lesmana. Bahkan Indra sudah meringkuk di Rutan Kebonwaru Bandung sejak Januari 2013.

Polisi beralasan, waktu panjang penanganan perkara tersebut lantaran pihaknya perlu mengumpulkan alat bukti dan melengkapi kekurangan hasil penyidikan. Ditreskrimum Polda Jabar terus menyelidiki motif di balik penyebaran video porno itu. Ada dugaan motifnya berlatar dendam dan persaingan politik karena dua tersangka dan RHT merupakan kader PDIP.

Karfat yang waktu itu menjabat ketua salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Bogor, dituding berperan sebagai penyuruh pembuatan dan penyebaran video porno tersebut. Tuduhan lainnya, Karfat berkonspirasi dengan memerintahkan serta menyewa wanita berinisial L agar merekam adegan hubungan intim bersama RHT di salah satu hotel di Bandung.

Kepada polisi, L mengakui tampil dalam video itu dan memakai telepon genggamnya untuk merekam adegan hubungan intim di atas ranjang secara sembunyi-sembunyi. Aksi syur bertempat di salah satu hotel kawasan Bandung itu diabadikan pada Februari 2010. L pun mengantongi imbalan duit puluhan juta rupiah lantaran berhasil menjebak RHT.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bbn/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%