detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 21:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 05/06/2013 13:58 WIB

Bekal Ikan Asin dan Arem-arem Ibu Tien untuk 'Blusukan' Pak Harto

Danu Damarjati - detikNews
Mbak Tutut dengan gayanya yang khas (Ari S/ detikcom)
Jakarta - Di masa yang berbeda dengan Jokowi, blusukan menemui masyarakat ternyata kerap dilakukan oleh Soeharto. Layaknya pergi ke medan perang yang tidak menentu, presiden kelahiran Bantul itu tentu harus punya amunisi yang cukup dalam misinya tersebut.

Ibu Tien, sebagai seorang istri, dilukiskan oleh Siti Hardiyanti Rukmana sebagai orang yang paling sibuk ketika Pak Harto ber-incognito ria. Ransum untuk suami tercinta pun disiapkan Ibu Tien agar misi bisa berjalan mulus tanpa kendala teknis.

"Perjalanan tahun 1970 itu memiliki kenangan bagi kami. Selama berhari-hari kami tidak bisa berkomunikasi langsung dengan Pak Harto," ujar putri sulung mereka Siti 'Tutut' Hardiyanti Rukmana dalam acara peluncuran buku 'Incognito Pak Harto, Perjalanan Diam-diam Seorang Presiden Menemui Rakyatnya', Rabu (5/6/2013).

Bertempat di Gedung Granadi, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Mbak Tutut menggali ingatannya kala ayahnya hendak meninggalkan rumahnya sebagai 'rakyat jelata'. Tahun 1970 bukanlah tahun-tahun yang bersahabat bagi rakyat Indonesia setelah gangguan pemberontakan PKI di akhir tahun 60-an.

"Saat Bapak pergi, yang paling sibuk adalah Ibu," katanya.

Dengan gayanya yang khas, berkerudung dan poni menyembul, Mbak Tutut sedikit membocorkan amunisi pengisi perut bapaknya. Ternyata isinya tidak beda dengan menu sopir Mikrolet Sihombing saat makan di warteg Mbak Diran di pinggir jalan.

"Menyiapkan sangu makan, membekali dengan arem-arem, dengan sambal kering, tempe, dan ikan asin untuk perjalanan incognito," tutur Tutut.

Perjalanan blusukan atau incognito ini disuguhkan dalam sebuah buku dokumentasi yang kebanyakan berisi foto ketimbang tulisan. Banyak gaya dan aksi Soeharto terekam kamera yang mungkin belum banyak diketahui khalayak umum.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(gah/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%