Detik.com News
Detik.com
Rabu, 05/06/2013 11:32 WIB

Kini, Tak Ada Lagi Angkot Ngetem Sembarangan di Pasar Minggu foto

Nograhany Widhi K - detikNews
Kini, Tak Ada Lagi Angkot Ngetem Sembarangan di Pasar Minggu (Foto: Nograhany/detikcom)
Jakarta - Penertiban di Pasar Minggu tampaknya diusahakan konsisten dan terus menerus. Pasca penertiban besar pada Senin (3/5/2013) lalu, lalu lintas kembali lancar pada Selasa dan Rabu pagi ini. Sumber macet angkot yang ngetem sembarangan hingga perempatan yang selalu ruwet kini menghilang!

Pantauan detikcom dari Selasa hingga Rabu (4-5/6/2013) pagi ini, lalu lintas di Pasar Minggu tampak lancar. Putaran angkot dari Depok yang bertepatan dengan perempatan jembatan underpass yang memiliki traffic light biasanya ruwet, kini hilang.

Dulu sebelum ditertibkan, PKL memenuhi badan jalan, angkot yang berputar ke arah Depok dan menuju terminal Pasar Minggu bertemu. Lampu lalu lintas yang menyala tak ada guna karena diabaikan hingga membuat perempatan itu ruwet. Kendaraan saling sruduk jarang ada yang mau mengalah. Nah, titik ini menjadi sumber kemacetan yang bisa memanjang dari Robinson Pasar Minggu hingga satu kilometer menuju Jalan Raya Ragunan.

Selasa hingga Rabu pagi hari, perempatan itu lancar. Lampu merah yang menyala ditaati kendaraan yang akan menyeberang ke jembatan underpass menuju putaran ke Depok. Beberapa petugas polisi dan Dinas Perhubungan berjaga-jaga.

Kemudian, menuju arah Jalan Raya Ragunan, rambu 'Dilarang Menaikkan & Menurunkan Penumpang' dulunya hanya sebagai pajangan. Di bawah rambu yang bertepatan dengan belokan perempatan itu dulu sering ngetem angkot dan Metro Mini mengambil penumpang yang turun dari angkot dari Depok dan Stasiun Pasar Minggu.



Kini, penumpang yang turun angkot dan stasiun dari arah Depok harus berjalan sekitar 200 meter untuk naik Metro Mini dan angkot. Kendaraan yang ditunggu keluar dari arah terminal Pasar Minggu melalui bagian belakang pasar, melewati pertigaan yang dulu ditutup pembatas beton.

PKL yang berjualan di pinggiran pun sudah tak tampak. Pembeli dan penjual tak lagi melakukan transaksi bercampur dengan asap-asap knalpot angkot yang hendak menuju terminal Pasar Minggu. Semuanya dipindahkan ke dalam pasar.





Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%