detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 05/06/2013 11:02 WIB

Anas Jadi Saksi dalam Kasus Antasari Azhar

Salmah Muslimah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Anas Urbaningrum akan menjadi saksi dalam sidang praperadilan Antasari Azhar versus Mabes Polri tentang penghentian penyidikan pengirim SMS 'gelap' kepada Nasrudin Zulkarnaen. Mantan ketua umum Partai Demokrat ini akan bersaksi tentang pertemuan dirinya dengan Nasrudin.

"Saksi ada Anas Urbaningrum untuk Senin (10/6) depan. Ini ada SMS-nya Pak Anas siap jadi saksi," kata Kuasa Hukum Antasari, Boyamin Saiman kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Boyamin mengatakan, pihaknya meminta Anas untuk bersaksi sebab Anas kenal Nasrudin dan sehari sebelum pristiwa pembunuhan, Anas sempat bertemu dengan Nasrudin.

"Anas kenal dengan nasrudin dan sehari sebelum ditembak Anas ngobrol dengan Nasrudin di Bandung. Kalau ngobrol-ngobrol seharusnya kan kalau ada SMS ancaman pembunuhan dan dia ketakutan pasti cerita dengan orang dekatnya," ucap Boyamin.

"Tapi ini enggak, malah Nasrudin minta ketemuan lagi minggu depannya di Jakarta," tambah Boyamin.

Hari ini Antasari akan menjalani sidang pra peradilan. Boyamin berharap pihak Polri hadir dalam sidang kali ini. Sebab sidang minggu lalu batal dilaksanakan karena Mabes Polri mangkir dari sidang.

"Semoga pihak Polri berani datang dan sudah siap dengan jawabannya," kata Boyamin.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(slm/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close