Detik.com News
Detik.com

Selasa, 04/06/2013 10:13 WIB

Balada Polwan Jelita

Upaya Propam Polda Jatim Menguak Sosok Briptu Rani

Evie Tresnawati - detikNews
Upaya Propam Polda Jatim Menguak Sosok Briptu Rani istimewa
Jakarta - Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni tengah dicari-cari Propam Polda Jatim. Sudah 3 bulan ini, jejaknya hilang bak ditelan bumi. Padahal, Rani ada laporan soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan atasannya di Polres Mojokerto, Jawa Timur.

"Tim ini akan menguak jati diri polisi wanita itu, termasuk rekam jejaknya selama menjadi anggota polisi di Polres Mojokerto," kata Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Pol Suhartoyo seperti dikutip dari majalah Detik, edisi 3-9 Juni 2013.

Sosok Rani memang menjadi perbincangan di Polres Mojokerto dan di lingkungan polisi di Polda Jatim. Foto syurnya beredar di dunia maya. Rani, menurut ibunya Masraya Situmeang, shock dan stres karena hal itu.

Masraya bercerita anaknya itu bertugas sebagai Sespri Kapolres Mojokerto. Rani kerap diminta menemani tamu-tamu atasannya hingga malam. Bahkan, pernah diminta menemani ke Surabaya, dan juga telepon BlackBerry-nya sampai disita. Rani, janda satu anak itu juga kerap digunjing teman dan atasannya sebagai wanita nakal.

Tak heran, kalau Rani kabur dan memilih melapor ke Propam Polda Jatim. Tapi, kemudian Rani malah diburu atas tindakan indisipliner. Kabarnya Rani kini bersembunyi di rumah kekasihnya di kawasan Jakarta Selatan.

Propam Polda Jatim soal dugaan pelecehan itu mengaku memang menerima laporan. Karenanya, selain soal sosok Rani akan diungkap, laporan pelecehan juga akan diselidiki.

"Tim itu juga akan menyelidiki tuduhan pelecehan seksual itu. Kami masih mencari keterangan dari saksi-saksi beserta bukti-buktinya," ujar Suhartoyo.

Tulisan lengkap Jakarta Beres, Baru Nyapres bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 79, 3 Juni 2013). Edisi ini mengupas tuntas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan tema 'Bukan Prabowo tapi Jokowi'. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Hukum 'Susah Payah Menggiring Darin', Kriminal 'Balada Polwan Jelita', Ekonomi 'Menggertak Lewat Salak', Berita Komik 'Bocah 10 Tahun Lawan Maling Motor', Gaya Hidup 'Tanam Benang: Cantik Ala Korea', rubrik Seni Hiburan dan review film 'Vehicle 19', WKWKWK 'Capres Alam Gaib', serta masih banyak artikel menarik lainnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Kamis, 21/05/2015 16:55 WIB
    Mas Achmad Santosa: Bu Susi Tak Mungkin Kebeli
    Mas Achmad Santosa: Bu Susi Tak Mungkin Kebeli Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerapkan kebijakan radikal dalam pemberantasan illegal fishing. Sejumlah pihak yang merasa dirugikan berusaha mendongkel Susi dari posisi menteri. Ada yang menawarkan Rp 5 triliun agar Susi mundur.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%