Selasa, 04/06/2013 09:17 WIB

Demonstran Turki bertahan di lapangan Taksim

BBCIndonesia.com - detikNews
Polisi Turki

Lapangan Taksim pada Selasa (4/6) dini hari sudah diwarnai semburan gas air mata.

Kerumunan warga yang berkeras tetap tinggal di Lapangan Taksim di kota terbesar Turki, Istanbul, menjadi pemandangan hari kelima aksi protes di negeri itu.

Mereka menolak bubar meski polisi telah menggunakan gas airmata dan kanon air untuk menyemprot peserta aksi protes di Istanbul dan di ibukota Ankara.

Akibat bentrokan dengan aparat, seorang pejabat resmi pemerintah membenarkan seorang korban tewas akibat cedera dalam sebuah aksi protes di kota sebelah selatan Turki, Antakya.

Pada Selasa (4/6) dini hari, dilaporkan ratusan orang yang tetap berkumpul di lapangan Taksim diberondong serbuan air dari kanon milik polisis anti huru-hara.

Mereka berteriak "Tayyip, mundur!" sambil melambaikan bendera merah dan meniup peluit ditengah semburan gas air mata.

Di dekat kantor Perdana Menteri Tayyip Erdogan di distrik Besiktas, polisi juga menggunakan gas air mata untuk mengusir peserta protes.

Mulai mogok

Aksi protes sudah membesar sejak Jumat (31/5) sebagai bentuk keberatan atas rencana pemerintah kota Istanbul menyulap lapangan Taksim menjadi taman hiburan.

PM Erdogan menuding aksi protes sudah melenceng dari tujuan semula menyampaikan keberatan keberatan atas pembangunan taman hiburan itu. Pada hari Senin (3/6) PM Erdogan melalui sebuah acara jumpa pers menuding kubu oposisi memprovokasi massa agar terus menggelar aksi demo.

"Kubu oposisi pimpinan partai CHP memprovokasi warga yang tak berdosa. Mereka yang jadi sumber berita dan menyebut kondisi ini sebagai Musim Semi Turkitak tahu apa-apa soal Turki," kata Erdogan saat tampil di televisi, merujuk situasi di istanbul dengan gelombang aksi protes di sejumlah engara Arab yang kemudian disebut Musim Semi Arab.

Kembali dari kunjungannya ke Maroko PM Erdogan menyebut situasi di dalam negeri sudah "mulai tenang".

Tetapi Selasa ini justru akan ditandai dengan dimulainya aksi mogok dua hari yang diserukan salah satu serikat buruh terbesar di Turki sebagai bentuk protes karena pasukan pemerintah dianggap terlalu brutal menyikapi demonstran.

Serikat buruh untuk para pegawai negeri, KESK, mengecam pemerintah yang menggunakan kekerasan dalam menghadapi para pengunjuk rasa dan mengatakan serikat-serikat buruh lain akan mendukung seruan mereka.

(bbc/bbc)

Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
MustRead close