detikcom
Selasa, 04/06/2013 09:02 WIB

Balada Polwan Jelita

Briptu Rani, di Manakah Kau Berada?

Evie Tresnawati - detikNews
Halaman 1 dari 2
istimewa
Jakarta - Sudah 3 bulan Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni tak jelas rimbanya. Keberadaan Polwan cantik ini masih misterius. Rani menghilang kala foto syurnya beredar di dunia maya.

Sehari-hari, Rani bertugas menjadi Sespri Kapolres Mojokerto, Jawa Timur. Sempat muncul tudingan dari keluarga Rani, ibunya Masraya Situmeang, menyebut anaknya pernah menjadi korban pelecehan seksual. Serius?

"Anak saya stres akibat perlakuan tidak senonoh yang dilakukan atasannya," kata Masraya seperti dikutip dari majalah detik, edisi 3-9 Juni 2013.

"Ia disuruh menemani para kolega Kapolres berkaraoke," tambah Masraya kepada wartawan di rumahnya di Jalan Neglasari, Bandung, Ujung Berung, Jawa Barat.

Benarkah karena alasan itu semata? Dalam keterangan tertulis kepada Propam Polda Jawa Timur, Rani jua mengaku kerap mendapat pelecehan dan penghinaan sejak 2008, saat ditempatkan di Polres Mojokerto.

Anggota Polri bernomor NRP 8806201 itu, mengaku sering dihina dan dilecehkan atasannya di bagian Humas Polres Mojokerto.

"Beliau memandang saya sebagai wanita nakal (pelacur)," kata Rani dalam surat tertulis yang diterima majalah detik.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(ndr/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%