Senin, 03/06/2013 21:20 WIB

Seorang Gadis Dibunuh dan Dibakar Pacarnya di Deli Serdang

Khairul Ikhwan - detikNews
Ilustrasi (Asia One)
Deli Serdang - Seorang gadis di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), menjadi korban pembunuhan yang dilakukan pacarnya sendiri. Mayat korban juga dibakar pelaku.

Kasus ini terungkap setelah warga curiga dengan bau busuk yang berasal dari rumah kontrakan di Jalan Pusaka, Bandar Kalifah, Deli Serdang. Rumah ini selama ini diketahui dikontrak Deni Syahputra.

Meyakini bau busuk itu berasal dari mayat yang ada di dalam rumah, warga lantas membongkar tembok rumah itu saat Deni sedang tidak ada di rumah, Senin (3/6/2013) sore.

Benar saja, ditemukan ada sosok mayat yang sudah terbakar di kamar mandi. Warga kemudian bersiasat dan mengabari polisi. Saat Deni pulang dengan mengendarai motor, dia langsung ditangkap.

“Tersangka pelaku sudah diamankan, saat ini sedang dalam pemeriksaan,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Faidir Chaniago kepada wartawan.

Mayat perempuan yang ada di kamar mandi tersebut diyakini sebagai Lia Rahmadani (16), warga pasar VII, Tembung. Kondisi mayat saat ditemukan sudah sangat rusak saat dievakuasi petugas untuk dibawa ke RSU Pirngadi, Medan. Korban diduga dibunuh tersangka dengan cara dijerat lehernya pada Jumat (31/5/2013), tetapi polisi masih mendalami informasi ini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%