Detik.com News
Detik.com
Senin, 03/06/2013 19:03 WIB

Bintara di Bukittinggi yang Ancam Bacok Perwira Pernah Terlibat Narkoba

Andri Haryanto - detikNews
Bintara di Bukittinggi yang Ancam Bacok Perwira Pernah Terlibat Narkoba
Jakarta - Seorang bintara mengamuk di Mapolres Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Bintara tersebut dikenal nakal dan pernah menjalani sidang disiplin sebanyak tiga kali.

"Pernah disidang disiplin 2 kali kasus narkoba dan 1 kali masalah kedinasan," kata salah seorang sumber di Polres Bukittinggi, saat dihubungi detikcom, Senin (3/6/2013).

Kadiv Humas Polri Irjen Suhardi Alius membenarkan bila bintara yang mengamuk meminta gaji yang belum dibayarkan Polri dan mengancam membacok Wakil Kapolres Bukittinggi itu dikenal nakal.

"Dia sudah tidak masuk selama 4 bulan," kata Suhardi.

Guna mendapatkan informasi utuh dan menyeret bintara tersebut ke meja hijau, Polda Sumbar menerjunkan Bidang Propam Polda Sumbar untuk melihat bagaimana asal mula peristiwa tersebut terjadi.

Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB, salah seorang bintara mengamuk di ruang bendahara gaji Polres Bukittinggi. Dia meminta bendahara membayarkan gajinya yang sudah beberapa bulan tidak diberikan.

Berang tidak diberikan, bintara tersebut mengamuk dan memukuli sang bendahara. Tidak puas dengan itu, dia mengeluarkan parang dan membacokkannya ke pintu dan meja bendahara.

Tidak itu saja, bintara ini keluar dan mencari pimpinannya. Yang dia temui adalah Wakil Pores Bukittinggi dan langsung mengancam akan membacok pimpinannya tersebut. Meski diberikan tembakan peringatan, pelaku tetap mengejar pimpinannya. Akhirnya, dia dilumpuhkan dengan tembakan yang mengenai bagian kakinya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%