detikcom
Senin, 03/06/2013 12:10 WIB

PKS Melawan, Bhatoegana: Enaknya Mau, Anaknya Nggak Mau

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sutan Bhatoegana
Jakarta - Mendapat jatah 3 menteri tak membuat PKS setia mendukung kebijakan pemerintah. Ibarat pasangan kekasih, PKS mau enaknya saja.

"Ini yang namanya koalisi basa-basi, basanya mau basinya nggak mau. Ibaratnya enaknya mau, anaknya nggak mau," komentar Ketua DPP PD Sutan Bhatoegana kepada detikcom, Senin (3/6/2013).

Harusnya PKS gentleman. Kalau memang tak sanggup mematuhi komitmen, kenapa harus memaksakan berada di koalisi pemerintahan.

"Gentleman sejak awal kalau nggak suka di koalisi. Mungkin nanti Setgab merapatkan hal demikian ini," kata Sutan.

Kemarahan Sutan hanyalah sedikit mewakili sikap partai koalisi yang meliputi PAN, PKB, PPP, Golkar, dan Partai Demokrat. Karena selama ini PKS kerap berseberangan dengan sikap koalisi.

"Ini PKS sudah tebar spanduk di mana-mana. Ini kan perlu kita pertanyakan. Jangan mau enaknya saja," protes Sutan.

Spanduk yang dimaksud bertuliskan PKS menolak kenaikan harga BBM. PKS nyata-nyata 'berjualan' sikap menolak kenaikan harga BBM di banyak spanduk.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%