Detik.com News
Detik.com
Senin, 03/06/2013 08:35 WIB

Melangitkan Pancasila

Ichdinas Shirotol Mustaqim - detikNews
Halaman 1 dari 6
Melangitkan Pancasila
Jakarta - Tanggal 1 Juni 2013 genap 68 tahun lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Saat ditanya apa itu Pancasila, rakyat (akar rumput) kebanyakan tentu tak dapat menjelaskan dengan baik (retorik) apa itu Pancasila.

Kalaupun ada jawaban itu sederhana saja: "Pancasila adalah dasar negara". Itu sebagaimana mereka ketahui dalam salah satu lirik lagu wajib nasional berjudul "Garuda Pancasila" ciptaan Sudharnoto, seorang seniman nasionalis kelahiran Kendal, Jawa Tengah 24 Oktober 1925.

Berikut kutipan lengkap lirik lagu ciptaan pria yang sempat mengenyam pendidikan di fakultas kedokteran Universitas Indonesia ini:

Garuda Pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar Negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo majumaju.. 3x

Tetapi jika kita bertanya seperti apa Pancasila dalam praktik, maka hendaklah kita melihat dan merasakan dari dekat bagaimana kehidupan rakyat kecil dalam kesehariannya.

Karena dari situlah akan tampak dengan jelas bahwa ternyata betapa nyatanya Pancasila hidup melingkupi keseharian mereka. Kehidupan petani, nelayan, buruh pabrik yang dengan ikhlas, bahu-membahu membangun jalan, saluran irigasi, tempat pribadatan, atau fasilitas umum lainnya di desa atau kampung tempat mereka tinggal.

Mereka yang dengan sigap memberikan bantuan pertolongan jika tetangganya ada yang sakit, meninggal dunia, hendak melahirkan atau hendak melakukan sebuah perayaan perkawinan atau perayaan lainnya.Next

Halaman 1 2 3 4 5 6

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(wwn/wwn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%