detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 08:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 03/06/2013 08:35 WIB

Melangitkan Pancasila

Ichdinas Shirotol Mustaqim - detikNews
Halaman 1 dari 6
Jakarta - Tanggal 1 Juni 2013 genap 68 tahun lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Saat ditanya apa itu Pancasila, rakyat (akar rumput) kebanyakan tentu tak dapat menjelaskan dengan baik (retorik) apa itu Pancasila.

Kalaupun ada jawaban itu sederhana saja: "Pancasila adalah dasar negara". Itu sebagaimana mereka ketahui dalam salah satu lirik lagu wajib nasional berjudul "Garuda Pancasila" ciptaan Sudharnoto, seorang seniman nasionalis kelahiran Kendal, Jawa Tengah 24 Oktober 1925.

Berikut kutipan lengkap lirik lagu ciptaan pria yang sempat mengenyam pendidikan di fakultas kedokteran Universitas Indonesia ini:

Garuda Pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar Negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju…maju.. 3x

Tetapi jika kita bertanya seperti apa Pancasila dalam praktik, maka hendaklah kita melihat dan merasakan dari dekat bagaimana kehidupan rakyat kecil dalam kesehariannya.

Karena dari situlah akan tampak dengan jelas bahwa ternyata betapa nyatanya Pancasila hidup melingkupi keseharian mereka. Kehidupan petani, nelayan, buruh pabrik yang dengan ikhlas, bahu-membahu membangun jalan, saluran irigasi, tempat pribadatan, atau fasilitas umum lainnya di desa atau kampung tempat mereka tinggal.

Mereka yang dengan sigap memberikan bantuan pertolongan jika tetangganya ada yang sakit, meninggal dunia, hendak melahirkan atau hendak melakukan sebuah perayaan perkawinan atau perayaan lainnya.Next

Halaman 1 2 3 4 5 6

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(wwn/wwn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Opini Terbaru Indeks Opini ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%