Sabtu, 01/06/2013 01:58 WIB

Perempuan yang Tewas di Batam Diduga Dibunuh Kekasihnya

Agus Siswanto Siagian - detikNews
Jakarta - Polisi menduga pelaku pembunuhan Kristina Natalia Sitopu (22), di Simpang Hutatap-Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, adalah kekasih korban, Willi Indrajaya Purba. Korban dihabisi dengan menggunakan gunting.

Kecurigaan terhadap Willi setelah penyidik gabungan dari Polsek Sagulung dan Polresta Barelang mendapati petunjuk kuat beradasarkan hasil pemeriksaan sementara kepolisian.

"Korban dihabisi oleh pacarnya, dengan menusuk korban berungkali menggunakan gunting," kata Kasatreskrim Polres Barelang, Kompol Ponci Indriyo, saat di lokasi kejadian, Jumat (31/5/2013).

Luka tusukan tersebut berada di sekitar dada dan perut korban. Tim identifikasi gabungan menemukan 10 tusukan yang melukai tubuh perempuan asal Pematang Siantar ini.

Kristina ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kosnya Jumat (31/5). Salah seorang saksi mata, Pandi Sagala, yang tinggal tepat di belakang kamar kos korban, mengatakan saat itu dirinya mendengar teriakan seorang pria yang meminta pertolongan. Teriakan pria bernama Willi Indrajaya Purba, yang tak lain kekasih korban, makin histeris sehingga memancing penghuni kos sekitarnya untuk mendatangi asal suara.

"Pacar korban berteriak minta tolong kalau kekasihnya tewas bunuh diri di kamar kosnya," kata Pandi kepada detikcom, Jumat (31/5/2013) malam.

Polisi mencurigai bila korban sudah tidak bernyawa sejak kemarin. Pasalnya terdapat bercak darah korban yang sudah mengering dan bau busuk yang keluar dari tubuh korban.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%